Konflik Yaman Tegaskan Kaum Syiah Haus Kekuasaan

Kondisi Terbaru Yaman-Agresi Koalisi Arab Saudi: Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi yang ada di pengasingan, melontarkan komentarnya soal konflik yang terjadi di negaranya. Presiden Hadi menyebut kekacauan yang terjadi di Yaman dipicu oleh Iran yang haus akan kekuasaan.

"Negara saya, Yaman, berada di bawah kepungan milisi radikal Houthi yang terus mengkampanyekan kekejaman dan kehancuran yang dipicu oleh dukungan militer dan politik dari rezim Iran yang terobsesi dengan dominasi regional," tulis Presiden Hadi dalam artikel media Amerika Serikat, New York Times dan dilansir AFP, Selasa (14/4/2015).

"Tidak perlu diragukan bahwa kekacauan di Yaman dipicu oleh rasa haus akan kekuasan yang dimiliki Iran dan ambisinya untuk menguasai seluruh wilayah di sekitarnya," imbuhnya.

Presiden Hadi yang melarikan diri dari ibukota Sanaa dan mengasingkan diri ke Riyadh, Arab Saudi sejak Maret lalu, menyerukan dukungan internasional yang berkelanjutan untuk memastikan operasi militer tetap berlangsung di Yaman guna melawan pemberontak Houthi.

"Dua minggu lalu, Yaman bagaikan ada di tepi jurang," sebut Hadi.

"Besarnya dukungan negara Arab maupun dukungan internasional membawa kami kembali dari tepi jurang," lanjutnya merujuk pada koalisi militer yang dipimpin Saudi dalam membombardir pemberontak Houthi di Yaman.

"Pesan yang mereka berikan sangat jelas: Iran tidak akan bisa memperluas (wilayahnya) dengan mengorbankan integritas dan keamanan negara lain di wilayah tersebut," tegas Presiden Hadi

Lebih lanjut, Presiden Hadi menegaskan, dirinya memang meminta bantuan koalisi Saudi. "Jika Houthi tidak menarik dan melucuti senjata milisi mereka dan bergabung dengan dialog politik, kami akan terus mendorong koalisi untuk melanjutkan operasi militer terhadap mereka," tuturnya.

Kendati demikian, Presiden Hadi menyerukan kepada Houthi untuk ikut dialog membahas masa depan Yaman. Menurut Presiden Hadi, Yaman masih bisa maju dengan menerapkan konstitusi baru dan transisi ke parlemen yang baru, yang bisa mewakili wilayah utara dan juga wilayah selatan negara tersebut.

"Belum terlambat untuk menghentikan penghancuran negara saya. Houthi bisa duduk bersama dalam meja perundingan, bukannya meneror rekan satu negaranya di medan pertempuran," cetus Presiden Hadi.

Sumber : http://news.detik.com/read/2015/04/14/142206/2886939/1148/2/presiden-hadi-sebut-konflik-yaman-dipicu-iran-yang-haus-kekuasaan
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment