Aksi Tembak Menembak Terjadi di Perbatasan Yaman Antara Koalisi dan Houthi

Kondisi Terbaru Yamam-Agresi Koalisi Arab Saudi: Pasukan Arab Saudi bentrok dengan milisi Syiah Houthi Yaman, Selasa (31/3), dalam tembak-menembak lintas perbatasan paling sengit sejak ada serangan udara yang dipimpin Arab Saudi, pekan lalu. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yaman meminta Arab Saudi segera melakukan intervensi darat.

Sejak Kamis pekan lalu, Arab Saudi memimpin koalisi negara-negara Arab dalam serangan udara terhadap kelompok Syiah Houthi, yang muncul sebagai kekuatan besar di negara termiskin Semenanjung Arab itu ketika mereka merebut ibu kota Yaman tahun lalu.

Pihak Arab Saudi mengatakan, tujuan mereka adalah mengembalikan Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi, yang meninggalkan negara itu pekan lalu. Kaum Houthi bersekutu dengan Iran dan didukung oleh unit tentara yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang terguling tiga tahun lalu setelah terjadi banyak demonstrasi.

Warga dan sumber-sumber suku di Yaman utara melaporkan, saling serang artileri dan roket terjadi di sejumlah kawasan perbatasan dengan Arab Saudi. Ledakan dan tembakan sengit terdengar dan pesawat Arab Saudi terbang di daerah perbatasan itu.

Di kota pelabuhan Aden di selatan, milisi Houthi dan tentara sekutunya melakukan serangan terhadap pasukan yang setia kepada Hadi. Milisi Houthi mencoba merebut kubu besar terakhir dari pasukan Presiden Mansour Hadi.

Sedikitnya 36 orang tewas ketika milisi Houthi mengebom pasukan yang setia kepada Mansour Hadi di Aden. Sebaliknya, pesawat-pesawat jet dari koalisi pimpinan Arab Saudi mengebom posisi-posisi Houthi dekat bandara.

Pemerintah Mansour Hadi, yang kini berbasis di Arab Saudi, mengimbau Riyadh untuk meningkatkan serangan udara itu menjadi sebuah invasi. Menjawab televisi al-Arabiya Hadath mengenai perlunya intervensi darat, Menlu Yaman Riyadh Yasin menyatakan, "Ya, kami meminta itu dan sesegera mungkin untuk menyelamatkan infrastruktur dan rakyat Yaman yang terkepung di banyak kota."

Jubir koalisi operasi militer pimpinan Arab Saudi, Brigjen Ahmed Assiri, Selasa, mengatakan, "Sejauh ini belum diperlukan intervensi darat." Ia menambahkan, kebutuhan akan pasukan darat mungkin muncul sewaktu-waktu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, sebuah serangan udara yang menewaskan sedikitnya 40 orang di kamp pengungsi Mazraq, Yaman utara, Senin, merupakan pelanggaran hukum internasional. Pelakunya harus mempertanggungjawabkan. Namun, PBB menyatakan belum mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab.

Sumber : http://print.kompas.com/baca/2015/04/01/Bentrokan-Meningkat%2c-Yaman-Minta-Intervensi-Darat
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment