Arab Saudi Kerahkan Pasukan Besar di Perbatasan Yaman Pasca Serangan Roket Syiah Houthi (TUNGGU KAU SYIAH ANJING)

Berita YamanKondisi Terbaru Yaman-Agresi Koalisi Arab SaudiArab Saudi mengumpulkan kekuatan tambahan dalam skala besar di perbatasan dengan Yaman setelah terlibat pertempuran artileri berat dan roket dengan  pemberontak Houthi, sehari sebelum gencatan senjata yang diusulkan berlaku.

Reporter Al Jazeera Mohamed Vall, melaporkan dari Riyadh, kementerian pertahanan Arab Saudi mengumumkan pada hari Senin (11/05/2015) bahwa kekuatan "besar" telah tiba di Najran untuk mengambil posisi di garis depan berdekatan dengan wilayah Yaman, menyusul tembak-menembak yang terjadi sebelumnya.

Dia mengatakan kementerian tidak mengatakan seberapa besar kekuatan yang berkumpul tersebut tetapi menyatakan bahwa terdapat persenjataan canggih yang mampu bertempur di daerah pegunungan terjal.

Gambar-gambar yang ditayangkan di saluran televisi milik Saudi menunjukkan deretan tank dan kendaraan lapis baja diangkut pada kendaraan militer menuju Yaman.

Houthi mengatakan mereka menembakkan roket Katyusha dan mortir ke kota Jizan dan Najran Arab Saudi sebelumnya pada hari Senin, setelah pasukan Saudi menghantam provinsi Saada dan Hajjah dengan lebih dari 150 roket.

Departemen pertahanan sipil Arab Saudi mengatakan seorang tentara nasional Saudi tewas dalam penembakan di Najran, yang menargetkan sekolah dan penduduk yang tinggal berdekatan dengan pos militer.

Warga Saudi lainnya dan tiga ekspatriat juga terluka dalam tembakan, kata departemen itu.

Jet tempur koalisi Arab juga menyerang posisi  pemberontak Houthi, yang diyakini didukung oleh Iran, di pusat kota Taiz dan di provinsi Marib penghasil minyak di sebelah timur Sanaa.

Tidak ada rincian langsung mengenai korban.

Rerporter Al Jazeera Vall mengatakan bahwa "menjelang waktu gencatan senjata sekitar 24 jam ke depan, pertempuran bukannya berkurang, kita malah melihat adanya eskalasi".

"Houthi meningkatkan aktivitasnya di sepanjang perbatasan sehingga menyebabkan intensifikasi serangan udara," katanya.

Pertempuran perbatasan terjadi lagi hampir seminggu setelah Houthi melancarkan serangan mortir dan roket di Najran, yang dilaporkan menewaskan beberapa warga negara Saudi.

Pada saat itu, pemerintah Saudi mengatakan Houthi telah menyeberangi "garis merah" dengan melakukan serangan.

Koalisi Arab menawarkan gencatan senjata selama lima hari dimulai Selasa malam untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke negara itu, tetapi memperingatkan bahwa gencatan senjata tergantung pada kepatuhan Houthi terhadap kesepakatan.

Dewan politik Houthi mengatakan bahwa mereka menginginkan bantuan kemanusiaan dikirim ke penduduk Yaman sesegera mungkin.

Sebuah kelompok yang terdiri dari 17 badan bantuan internasional mengatakan pada hari Ahad bahwa lima hari tidak cukup untuk memberikan bantuan kepada negara, yang mengalami blokade udara dan laut berminggu-minggu dan menderita kekurangan pangan dan obat-obatan sangat parah.

Berbicara kepada Al Jazeera pada hari Senin, Riyad Yassin, menteri luar negeri Yaman, mengatakan dia yakin Houthi tidak punya keinginan untuk kesepakatan gencatan senjata.

“Houthi ... mereka tidak akan mematuhi gencatan senjata apapun dan mereka tidak bersedia melakukan diskusi atau negosiasi apapun," kata Yassin dari Riyadh.

Lebih dari enam minggu serangan udara telah gagal untuk mengusir Houthi dan unit tentara yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

Pada hari Ahad (10/05) Saleh secara resmi mengumumkan aliansi nya dengan Houthi setelah rumahnya di Sanaa dibom. Rumahnya tersambar api koalisi Arab di hari kedua pada hari Senin, dan ia sekali lagi lolos tidak terluka.

Sumber : http://www.jurnalislam.com/internasional/read/arab/1048/jelang-gencatan-senjata-arab-saudi-siapkan-quot-kekuatan-besar-quot-di-perbatasan-yaman.html
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment