Di Suriah, Rusia Akan Berhadapan Dengan Musuh Bebuyutan Lama

Berita Suriah Terkini 2015Kondisi Terbaru Suriah 2015: Sebuah media online Suriah, Step Agency mengonfirmasikan pada Kamis (23/9/2015) bahwa, Jama’ah Muhajirin wal Anshar (JMA), salah satu faksi gabungan muhajirin dan anshar terkuat di Suriah, yang dibentuk oleh kelompok Chechnya, akhirnya resmi memba’iat Jabhah Nushrah.

Selain itu, menurut laporan Emir Misi Medis Suriah, Fathi Yazid Attamimi, Shuqhour Asy-Syam, faksi gabungan yang besar dan hebat, juga bergabung ke dalam Ahrar Syam. Dengan demikian, semakin mempertegas strategi pengerucutan faksi-faksi serta kelompok-kelompok jihad Suriah ke dalam satu institusi resmi.

“Ke depan, direncanakan insyaa Allah terbentuk pasukan reguler yang mewakili masyarakat Suriah secara internasional. Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana setiap faksi mewakili kepentingannya sendiri, baik ‘Islamiyyin‘, maupun ‘Demokrasi’,” terang Emir MMS.

Ia melanjutkan, “Tentu proses itu tidaklah mudah, karena menyatukan isi kepala yang beragam ke dalam satu komando bukan perkara ‘sim salabim sehari jadi.’ Ianya memerlukan proses panjang, rumit dan bijaksana yang tidak akan dimengerti oleh mereka yang ‘otaknya kecil dan sumbunya pendek.’ Dakwah bil hikmah adalah kuncinya.”

Sebagai saksi langsung atas konflik ideologis di Suriah, Emir MMS berpesan, “Dalam proses pengerucutan ini kita sebagai penonton dan penikmat mesti sabar. Film masih panjang, dan adegan masih berbelit. Anggap saja kita sedang menikmati sinetron paling agung abad ini, yang ‘kesemuanya’ insyaa Allah akan mempertegas keyakinan kita pada firman dan sabda 

Allah serta Rasul-Nya tentang kejadian di akhir zaman,” sambil tak lupa menyeru Muslimin Indonesia untuk turut membantu meringankan penderitaan rakyat Suriah dengan berdonasi ke lembaga kemanusiaan Misi Medis Suriah yang telah membuka layanan medis dan pabrik roti di Lattakia.

Di lain pihak, Rusia memperkeruh suasana dengan andilnya menyokong militer Asad, sehingga Junud Asy-Syam bersiaga melawan mereka bersama Mujahidin Chechnya di wilayah Reef 

Lattakia, Jabal Kurdi dan Jabal Turkmen. Hal tersebut menjadikan Rusia menjadi “pemburu yang diburu” di tengah perang ideologis ini.

Sebagaimana Step Agency melansir dengan kalimat yang menarik, “Kelompok Mujahidin Chechnya memburu pasukan Rusia di pesisir Latakia!”

“Dua musuh bebuyutan bertemu lagi di negeri asing. Pemburu kini jadi yang diburu!”

Melihat kondisi ini, barangkali intervensi Rusia berikutnya akan mengubah peta distribusi pejuang asing di Suriah, terutama yang berasal dari Uni Soviet dan Kaukasus yang haus untuk melawan Rusia. Wallahu a’lam bish sawwab.

Sumber: http://www.arrahmah.com/news/2015/09/23/gabungan-muhajirin-dan-anshar-membaiat-jabhah-nushrah-pengerucutan-faksi-jihad-dimulai.html#sthash.EdmKwdfS.dpuf
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment