Inilah Analisa dan Penyebab Tragedi Mina yang Sesungguhnya

Tragedi/Insiden Mina di Arab Saudi - Beberapa surat kabar Inggris mendapatkan kritikan keras akibat menerbitkan cerita yang salah terkait penyebab musibah yang terjadi di Mina pada hari Kamis (24/09) lalu.

Colin Freeman, koresponden asing utama untuk The Telegraph, dikritik di media sosial atas artikelnya yang menyatakan bahwa “himpitan mematikan itu disebabkan oleh polisi yang tengah menutup dua pintu masuk jalan karena kunjungan VIP ke istana terdekat Raja Salman.”

Pada kenyataannya, musibah itu berlangsung di jalan yang jauh dari istana. Wartawan yang mengenal topografi daerah tersebut akan tertawa terbahak-bahak, karena menyadari bahwa bisa jadi itu hanyalah cerita fiktif buatan Freeman atau ada unsur ketidaktahuan penulis.

“Daripada menerima isu-isu yang liar, ia seharusnya melakukan kroscek dengan orang-orang di tanah suci mengenai lokasi Jalan No 204 (di mana tragedi itu terjadi) dan di mana lokasi istana Raja Salman,” kata Jamil Radwan, seorang wartawan Mesir yang turut meliputi ibadah Haji tahun ini.

“Itu adalah dua kutub yang terpisah. Juga, sama sekali tidak ada gerakan VIP di daerah itu,” Jamil menegaskan.

Dalam sebuah pernyataan kepada media, Duta Besar Saudi untuk Inggris, Pangeran Mohammed bin Nawaf, mengatakan klaim bahwa insiden berdesak-desakannya massa itu terjadi karena gerakan VIP benar-benar sebuah tuduhan palsu.

“Ini adalah kebohongan berbahaya yang tidak memiliki dasar apapun dalam kebenaran. Kendaraan dari pejabat Saudi tidak melakukan perjalanan melalui daerah ini,” katanya sembari menjelaskan dari mana datangnya sumber rumor tersebut.

“Berdasarkan informasi yang kita dapati, rumor tersebut berasal dari saluran yang dikendalikan negara Iran, Press TV dan Lebanon Adiyar, yang baru-baru ini juga salah dalam mengklaim bahwa 200 masjid sedang dibangun di Jerman oleh Arab Saudi untuk pengungsi Suriah,” kata Pangeran Mohammed.

Dia mengatakan sangat disayangkan jika surat kabar utama Inggris telah menerima cerita itu sebagai sebuah kebenaran tanpa memeriksa keandalan sumber.

Analis keamanan Saudi Nawaf Obaid mengatakan, “Ini adalah kasus klasik jurnalisme amatir oleh media tertentu Inggris. (Mereka) telah menciptakan suatu realitas fiksi paralel.”

Pangeran Mohammed mengatakan bahwa Raja Salman telah memerintahkan penyelidikan penuh atas penyebab bencana dan segera setelah hasilnya diketahui, mereka akan mengumumkannya kepada publik.

Kepala Liga Muslim Dunia juga mengecam kritik Iran terhadap Arab Saudi.

“Pernyataan yang tidak bertanggung jawab dari beberapa pejabat Iran ditujukan untuk merugikan Arab Saudi dan para pemimpinnya,” kata Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Abdullah Al-Turki. “Mereka ingin menyakiti umat Islam di Arab Saudi dan kepemimpinannya yang melayani dua masjid suci.”

“Jenis berita apa itu?” Tanya penulis Arab dan pendidik, Khaled Al-Awadh di akun Twitter-nya dalam menanggapi artikel buatan Freeman di The Telegraph.

Wartawan Inggris Ismaeel Nakhuda mengatakan mayoritas media Barat tidak tahu tentang geografi situs Haji, sehingga mereka sering membuat kesalahan.

Sebagai tanggapan, beberapa pihak menyarankan bahwa kesempatan ini harus digunakan untuk mendidik wartawan tentang Mina dan ritual haji. “Salah satu stasiun radio yang disarankan (untuk dibangun) berada pusat perbelanjaan di Mina,” kata seorang wakil dari Dewan Haji Inggris.

Seseorang berkebangsaan Saudi, yang menggunakan akun twitter @nawaf442, mengomentari insiden berdesak-desakan kerap terjadi di mana pun. Bahkan di lapangan sepakbola atau konser musik. “Hanya untuk informasi: Insiden saling injak-menginjak terjadi di sebuah stadion di Sheffield, Inggris, dalam pertandingan Liverpool vs Nottingham, dihadiri oleh 40.000 penonton mengakibatkan 100 orang tewas.” Tweet itu direproduksi sebanyak 15.000 kali.

Seorang peziarah dari Pakistan, Mohammed Omar Ali Khan, mengatakan hal itu sangat disayangkan bahwa beberapa orang dan negara-negara tertentu malah mengambil kesempatan politis atas mayat-mayat yang bergelimangan dari para jemaah haji.

“Ini sangat memalukan. Semoga Allah memberikan negara-negara itu hidayah dan memimpin mereka untuk menghormati orang mati. Aku akan memberi maaf kepada media karena mereka tidak tahu tentang ritual (haji) dan topografi,” pungkas Ali.

Sumber: http://www.kiblat.net/2015/09/27/propaganda-media-dan-politisasi-korban-jemaah-haji-di-mina/
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment