Di Suriah, Rusia Gunakan Senjata Kimia dan Bom Cluster

Cluster Bomb
Aleppo – Human Rights Watch (HRW) mengatakan amunisi bom cluster Rusia dari jenis paling mutakhir digunakan dalam serangan udara di Suriah utara.
Rusia Gunakan Senjata Kimia dan Bom Cluster

Pengawas berbasis di New York itu mengungkapkan bahwa Rusia ataupun rezim Suriah telah menggunakan senjata mematikan jenis SPBE, dalam serangan di kota Kafr Halab, terletak di sebelah selatan-barat dari Aleppo, dalam laporan 4 Oktober.

Menurut HRW, amunisi yang kemungkinan besar digunakan pada bom cluster adalah RBK-500 SPBE. Amunisi itu merupakan satu-satunya jenis bom yang mampu dijatuhkan dari udara oleh senjata ini.

“Ini meresahkan, amunisi bom cluster sedang digunakan di Suriah mengingat bahaya yang ditimbulkan terhadap warga sipil untuk tahun-tahun ke depan,” kata Nadim Houry, wakil direktur HRW untuk Timur Tengah.

“Baik Rusia maupun Suriah harus menghentikan penggunakan bom cluster, dan keduanya harus bergabung dengan larangan internasional tanpa menunda,” tambahnya.

Bom cluster dapat menyimpan ratusan amunisi kecil termasuk granat, bom-bom dan ranjau. Bom cluster bisa ditembakkan melalui oleh sistem artileri atau dijatuhkan oleh pesawat, dan tersebar di wilayah yang luas.

Seperti ranjau darat tradisional, amunisi kecil bom cluster menimbulkan ancaman untuk jangka waktu bertahun-tahun meski konflik bersenjata selesai. Karena amunisi bom cluster sering gagal meledak ketika disebar oleh tembakan.
“Serangan di Kafr Halab bertepatan dengan gelombang laporan video dan fotografi dari udara turun dan serangan bom cluster di Aleppo, Hama, dan Idlib sejak Rusia memulai kampanye udara di Suriah pada 30 September,” kata pengawas HAM itu dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu mengatakan, serangan itu menandai pertama kalinya amunisi SPBE digunakan dalam konflik Suriah, yang telah menewaskan lebih dari 250.000 orang tewas sejak 2011. Setidaknya delapan jenis amunisi bom cluster dilaporkan telah digunakan dalam konflik.

Sumber: http://www.kiblat.net/2015/10/12/rusia-gunakan-amunisi-bom-cluster-jenis-terbaru/

Senjata Kimia
Eramuslim – Host kenamaan Suriah, Faishal Qasim, menuding Rusia menggunakan senjata terbaru yang akan memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan mencapai jangka waktu hingga 100 tahun.

Dalam pernyataannya di akun jejaring social Facebook miliknya, Faishal Qasim menuliskan, “Dalam perang kali ini Rusia bereksperimen dengan senjata barunya yang dapat berefek buruk bagi warga di Suriah hingga mencapai jangka waktu 1 abad.”

Faishal Qasim melanjutkan, “Ada unsur radioaktif dalam senjata terbaru yang digunakan Rusia di Suriah, dan dunia internasional belum mengetahui fakta ini.”

Menurutnya dalam waktu beberapa tahun kedepan kita akan menemukan penyakit aneh yang diderita warga Suriah, selain ukuran abnormal sayur-sayuran serta buah-buahan yang menjadi hasil tani warga.

Faishal Qasim sendiri mengaku bahwa keterangan ini diperoleh dari Dr. Rifaat Ayoub Simari, seorang PhD dalam bidang kimia. (Rassd/Ram)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/diam-diam-rusia-uji-coba-senjata-baru-terhadap-warga-suriah.htm
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment