Kembali Tegang, di Selat Bhosporus 2 Kapal Selam Turki Hadang Kapal Perang Terbesar Rusia

Perang Dunia Hari ini kapal selam Turki, menghadang kapal Perang Rusia yang mengangkut logistik militer Rusia dalam perjalanan ke pelabuhan Rusia di Laut Hitam. Demikian lansir Shehab News Agency dikutip Middle East Update.

Kapal Selam Turki Hadang Kapal Perang Terbesar Rusia
Kapal itu melewati Selat Bhosporus dalan perjalanan ke Laut Marmara untuk mencapai pelabuhan Rusia di Laut Hitam.

Dua kapal selam Turki mengelilingi kapal penjelajah terbesar di Mediterania, kapal perang Rusia yang disebut “Moskow”, tanpa terjadi insiden atau kontak langsung dari pihak Rusia atau Turki.

Potensi pertempuran terjadi di tengah ketegangan dalam hubungan antara Turki dan Rusia, menyusul aksi Angkatan Udara Turki menembak jatuh pesawat Rusia yang masuk wilayah udara Turki.

Saat Turki menggunakan haknya untuk menutup Selat, kemungkinan bahwa mereka menggunakan alasan ketegangan baru dengan Rusia sebagai pembenaran untuk melakukannya. Rusia adalah pengguna terbesar jalur air ini, baik karena alasan ekonomi dan untuk mentransfer peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam perang di Suriah.

Jika Turki memotong akses Rusia di selat ini, maka akan mengsiolasi Armada Laut Hitam Rusia dan membatasi kapal mereka dari perjalanan bolak-balik ke pelabuhan. Satu-satunya alternatif yang tersedia bagi Rusia adalah membuat rute melalui Gibraltar, yang memperpanjang perjalanan dari empat hari menjadi dua minggu.

Meskipun belum jelas apakah ada hubungannya , Presiden Rusia Vladimir Putin telah dilaporkan memerintahkan 150.000 tentara dikerahkan ke Suriah, bersama dengan gerakan 7.000 tambahan tentara, tank, peluncur roket dan artileri lain di perbatasan Turki dengan Armenia (belum dikonfirmasi). Kekuatan ini dilaporkan bertujuan untuk “persiapan perang kekuatan penuh” dan ditempatkan mengepung Turki di dua front terpisah.

Hal ini terjadi pada saat pasukan Turki mengadakan pengerahan kekuatan militer dalam jumlah besar di perbatasan Turki dengan Suriah, terutama karena penyebaran rudal S-400 Rusia dan serangan yang terus berlanjut melawan pejuang oposisi yang didukung Turki sepanjang perbatasan Utara Suriah, yang dimulai setelah pesawat bomber Rusia ditembak jatuh F-16 Turki.

Jika dikonfirmasi, blokade ini kemungkinan akan dianggap sebagai tindakan perang oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Perlu dicatat bahwa Turki adalah anggota NATO, sehingga jika Turki diserang oleh Rusia, ia memiliki potensi untuk menyeret seluruh aliansi ke dalam perang melawan Federasi Rusia. Itulah yang terjadi, pada dasarnya ketegangan ini akan menjadi awal dari Perang Dunia III.

Sumber: http://www.antiliberalnews.com/2015/12/02/makin-panas-kapal-selam-turki-hadang-kapal-perang-rusia/
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment