Waspadai Serangan Cina, Jepang Belanja Alutsista Rp572Triliun

Perang Dunia Parlemen Jepang pada hari ini telah menyetujui usulan kabinet pemerintahan yang menyerahkan proposal untuk meningkatkan anggaran belanja keperluan militer.

Natal 2015 Mungkin yang Terakhir Bagi Penganut Kristen di Dunia

Dalam proposal yang sudah disetujui parlemen itu, Pemerintah Jepang akan bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan siap memborong drone pemantau serta jet tempur F-35 dalam jumlah besar.

Hal itu dirasa perlu dilakukan Pemerintah Jepang menyusul semakin gencarnya pembangunan pulau-pulau buatan dan aktivitas Angkatan Laut (AL) China di tengah memanasnya sengketa Laut China Selatan (LCS).

Sebagaimana diwartakan Washington Post, Kamis (24/12/2015), keputusan pembelian keperluan militer Jepang ini telah melampaui rekor tahun lalu.

Berdasarkan laporan Kementerian Pertahanan Jepang, anggaran belanja keperluan militer Negeri Sakura itu telah meningkat 1,5 persen dari 2015. Pada 2016, anggaran belanja militer Jepang akan mencapai USD42 miliar atau sekira Rp572 triliun.

Sebelumnya, petugas pantai Jepang melaporkan telah melihat sebuah kapal penjaga pantai China yang dipersenjatai dengan empat senapan serbu canggih sedang berpatroli di sekitar pulau-pulau buatan China di wilayah LCS.

Menurut laporan pihak petugas pantai Jepang, kapal penjaga pantai milik China itu terlihat seperti sedang melindungi pulau-pulau buatan tersebut.

Sebagaimana dilaporkan, dalam sengketa LCS, Pemerintah China terang-terangan menyatakan akan terus melakukan pembangunan fasilitas sipil dan militer di pulau-pulau buatannya yang terletak di wilayah LCS.

Pernyataan itu dilontarkan Wakil Menteri Luar Negeri China Lui Zhenmin di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur di Kuala Lumpur, Malaysia, pada November 2015.

Malaysia bersama Vietnam, Taiwan, Brunei, dan Filipina diketahui terlibat sengketa dengan China atas kawasan LCS. China mengklaim memiliki hampir 90 persen kawasan LCS, namun negara-negara ASEAN tersebut menentangnya.

Sementara AS ikut terlibat karena berprinsip bahwa tindakan yang dilakukan China melanggar hukum internasional. AS menganggap wilayah LCS merupakan perairan internasional yang berhak digunakan negara mana pun.

Sumber: okezone.com
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment