200 Tentara Rusia Dekati Perbatasan, Turki Tingkatkan Alarm

200 Tentara Rusia Dekati Perbatasan Turki

Perang Dunia Turki VS Rusia Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan panik dengan aksi Rusia yang mulai mengerahkan pasukannya di Suriah utara dekat perbatasan Turki. Presiden Erdogan mengatakan gerakan militer tersebut tidak akan ditoleransi.

Erdogan telah meningkatkan "alarm" terkait pergerakan militer Rusia itu. “Kami telah mengatakan ini dari awal; kami tidak akan mentoleransi formasi tersebut (di Suriah utara), di sepanjang daerah yang membentang dari perbatasan Irak hingga Mediterania,” kata Erdogan kepada wartawan setelah salat Jumat di Istanbul.


Kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa Rusia telah mengirimkan sejumlah insinyur militer ke kota perbatasan Qamishli, Suriah, untuk memperkuat landasan pacu dan meningkatkan kapasitas bandara di sana.


Laporan penumpukan pasukan Rusia di dekat Turki itu muncul di tengah ketegangan antara Ankara dan Moskow setelah pesawat tempur F-16 Turki menembak jatuh pesawat jet pengebom Su-24 Rusia di perbatasan Suriah-Turki pada 24 November 2015 lalu.

”Kami mempertahankan kepekaan kita pada masalah ini,” ujar Erdogan, mengutip laporan bahwa Rusia telah mengerahkan sekitar 200 tentaranya. Erdogan akan mengangkat isu ini dalam pembicaraannya dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, hari ini (23/1/2016).

Kota Qamishli terletak tepat di sebelah selatan dari kota perbatasan Nusaybin, Turki. Sumber pemerintah Turki, seperti dikutip Sputnik, memastikan bahwa Ankara memantau serius setiap gerakan militer asing.

”Saya dapat mengatakan bahwa Turki mengamati dengan seksama setiap gerakan militer di perbatasan dan terutama perbatasan dengan Suriah," sumber Pemerintah Turki yang berbicara dengan syarat anonim itu.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, jauh hari sebelumnya menegaskan bahwa Moskow akan terus meningkatkan kehadiran militernya di Suriah, meski pesawat jet tempurnya sudah ditembak jatuh oleh Turki. ”Mereka berpikir bahwa kami akan mengubah ekor dan lari. Tidak, Rusia bukan negara seperti itu,” kata Putin bulan lalu.


”Kami telah meningkatkan kehadiran kami di Suriah, telah meningkatkan jumlah pesawat tempur yang dikerahkan. Dulu tidak ada sistem pertahanan udara Rusia di sana, sekarang ada S-400,” ujar Putin. ”Jika sebelumnya, Turki telah terus-menerus melanggar wilayah udara Suriah, biarkan mereka mencobanya sekarang.

Sumber: sindonews.com
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment