Hadapi Koalisi Syiah dan Komunis, Jabhah Nusrah Bahas Penggabungan Faksi Mujahidin Suriah

Jabhah Nusrah Bahas Penggabungan Fraksi Mujahidin Suriah
Berita Suriah Terkini 2016Kondisi Terbaru Suriah 2016: Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, membahas penggabungan dengan beberapa afiliasi terdekatnya, menurut jihadis yang terhubung secara online, lansir The Long War Journal, Sabtu (30/01/2016)

Berita itu pertama kali dilaporkan di Twitter oleh pengguna yang dikenal sebagai Muzamir al Sham. Tweet-nya menarik tanggapan dari orang lain, termasuk Abu Ammar al Shami. Jihadis telah mengidentifikasi Abu Ammar sebagai veteran anggota al Qaeda di Suriah.

Abu Ammar menawarkan ringkasan tentang pembicaraan dalam serangkaian tweet pada 27 Januari bulan ini, Jabhah Nusrah mengajak berbagai faksi yang membentuk Jaysh al Fath, koalisi yang menguasai provinsi Idlib, barat laut Suriah, sejak tahun lalu. Cabang Al Qaeda tersebut mengusulkan "merger penuh," yang berarti bahwa Jabhah Nusrah akan menggabungkan operasi mereka menjadi satu kesatuan dengan kepemimpinan terpadu, menurut Abu Ammar.

Dua "ulama" yang tidak disebutkan namanya menghadiri persidangan sebagai "saksi" dan untuk mengawasi pembicaraan, Abu Ammar menjelaskan. Setelah mereka berbicara, setiap amir dari  faksi di Jaysh al Fath menyatakan kerjasamanya.

Orang terakhir yang berbicara adalah Syeikh Abu Muhammad al Jaulani, Amir Jabhah Nusrah.

Syeikh Jaulani mengusulkan pembentukan koalisi baru dan menawarkan orang lain untuk memimpinnya, menurut Abu Ammar.

Tapi usulan Syeikh Jaulani mengandung prasyarat tertentu. Sebagai contoh,” organisasi harus memastikan hukum aturan tertinggi adalah syariah Islam dan melindungi mujahidin asing”. Jika berbagai konstituen setuju untuk tuntutan tersebut, Abu Ammar mengaku, maka Jabhah Nusrah akan mematuhi keputusan Dewan Syura (penasehat) koalisi baru yang berdasarkan syariat.

Syeikh Jaulani mengeluarkan proposal ini demi kesatuan perjuangan faksi Jihad Suriah dalam menghadapi koalisi Internasional, meskipun Jabhah Nusrah memendam kekhawatiran tentang tindakan beberapa pihak lain yang terlibat, Abu Ammar menulis. Semua faksi yang hadir menyetujui rencana kecuali perwakilan Ahrar al Sham, yang menangguhkan pembicaraan.

Abu Ammar berpendapat bahwa Ahrar al Sham hanya perlu mengambil "langkah" final dan "menyetujui" merger sehingga benar-benar terwujud.

Perlu dicatat bahwa ini adalah versi Abu Ammar tentang peristiwa tersebut, dan peserta lain mungkin memiliki pandangan yang berbeda. Misalnya, Abu Ammar mengambil masalah dengan karakterisasi Muzamjir al Sham dalam pembicaraan, sehingga ia memutuskan untuk pertama kali membahas pertemuan di depan publik.

Ini bukan pertama kalinya Abu Ammar tidak setuju dengan versi Muzamjir tentang sebuah peristiwa. Tahun lalu, Abu Ammar membawa masalah klaim Muzamjir mengenai hubungan Jabhah Nusrah dengan al Qaeda.

Pada 2015, Muzamjir dikutip oleh Reuters saat mengatakan bahwa Jabhah Nusrah akan "melepaskan diri dari Al Qaeda" untuk membentuk sebuah kelompok baru yang bisa menerima lebih banyak bantuan dari negara-negara yang menentang rezim Bashar al Assad, termasuk Qatar.

Tak lama setelah komentar Muzamjir ini diterbitkan, Abu Ammar mengecam Reuters karena mengutip dia sebagai seseorang yang di kenal. "Seolah-olah Muzamjir berhasil dalam membimbing orang-orang," Abu Ammar menulis di Twitter yang sejak itu ditangguhkan. (Komentar terbarunya diposting di feed baru.)

Abu Ammar mengecam artikel Reuters sebagai "tidak ada apa-apa kecuali kebohongan dan fitnah terhadap" Jabhah Nusrah, menambahkan bahwa itu adalah "kelanjutan dari kampanye media yang menentangnya!" Dia menggambarkan Qatar sebagai "lengan Amerika di kawasan itu," yang berarti Jabhah Nusrah tidak akan bekerja dengan bangsa itu. "hubungan Jabhah Nusrah dengan Al Qaeda adalah hubungan jihad Fie Sabilillah, menegakan kalimat Allah, dan membebaskan tanah tanah kaum Muslim," Abu Ammar tweeted. "Ini bukan hubungan politik yang dapat berubah sesuai dengan perubahan minat," tegasnya.

Jabhah Nusrah berbagi tujuan yang sama seperti Ahrar al Sham dan beberapa kelompok jihad lainnya di Suriah. Mereka ingin mengalahkan Syiah nushairiyah Assad dan koalisi Internasional serta mendirikan negara Islam berdasarkan hukum syariah.

Sumber: jurnalislam.com
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment