Hukum di Usik, Arab Saudi Kecam Inggris

Arab Saudi Kecam Inggris

LONDON - Menteri Luar Negeri Arab Saudi; Adel Al-Jubeir, membela eksekusi sebagai pelaksanaan hukuman mati negaranya yang diusik publik Inggris. Menlu Jubeir mendesak warga Inggris menghormati hukum yang berlaku di negaranya.

Pembelaan eksekusi 47 orang termasuk ulama Syiah, Nimr Baqir Al-Nimr, itu disampaikan Jubeir dalam sebuah wawancara dengan Channel 4 News. Jurnalis Channel 4 News, Jonathan Rugman mengatakan kepada Jubeir bahwa Arab Saudi mendapat label “citra mengerikan” atas eksekusi massal.

“Anda tidak perlu mengeksekusi orang sebanyak itu, kan?" tanya Rugman. Jubeir menjawab; "Kami memiliki perbedaan mendasar, di negara Anda, Anda tidak mengeksekusi orang, kami menghormati itu Di negara kami, hukuman mati adalah bagian dari hukum kami dan Anda harus menghormati ini karena hukum,” tegas Menlu Jubeir yang dilansir Sabtu (16/1/2016).

Menlu Saudi itu lebih lanjut mengatakan bahwa banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghapus persepsi negatif dari Arab Saudi di mata publik Inggris. "Berkaitan dengan persepsi Arab Saudi di kalangan masyarakat Inggris, ini adalah masalah yang kita butuhkan untuk dikerjakan. Kami belum baik untuk menjelaskan diri kami sendiri,” ujarnya.

Arab Saudi telah menjalankan eksekusi hampir 150 pada tahun 2015. Sedangkan  pada tahun 2016 ini, sekitar 50 orang dilaporkan telah dieksekusi.

”Mengkhawatirkan, Pemerintah Saudi terus menargetkan mereka yang telah menyerukan reformasi domestik di kerajaan. Sekarang ada kekhawatiran nyata bahwa mereka para demonstran yang dihukum mati yang masih anak-anak bisa menjadi orang berikutnya yang menghadapi pedang,” kata Maya Foa, Direktur Tim Hukuman Mati di organisasi HAM Reprieve.

”Sekutu Arab Saudi, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, tidak harus menutup mata untuk kekejaman tersebut dan harus segera mengajukan banding ke Kerajaan untuk mengubah arah (kebijakan),” lanjut dia.

Sumber: sindonews.com
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment