Korut Ingin Coba Rudal Jarak Jauh, AS Ancam dengan Kekuatan Militer

AS Ancam Korut dengan Kekuatan Militer
WASHINGTON - Pemerintah Presiden Barack Obama mengancam meluncurkan aksi militer terhadap Korea Utara (Korut) jika rezim Kim Jong-un nekat menguji coba rudal jarak jauh. Ancaman itu disampaikan anggota Kelompok Penasihat Perdagangan dan Pertahanan Amerika Serikat (AS), Lawrence Ward.

Jepang kemarin memerintahkan militernya untuk menembak jatuh setiap proyektil yang mengancam wilayahnya, setelah foto citra satelit menunjukkan bahwa Korut sedang mempersiapkan diri untuk uji coba peluncuran rudal jarak jauh. 

Awal bulan ini, Pyongyang mengklaim berhasil menguji coba senjata nuklir jenis bom Hidrogen yang memicu kemarahan AS dengan menjatuhkan sanksi baru terhadap Korut. Korut menegaskan bom Hidrogen jika diluncurkan bisa memusnahkan seluruh wilayah AS.

”Selain sanksi tambahan, mungkin ada tekanan bahwa Presiden (Obama) mengancam dengan respons militer (terhadap Korut),” kata Ward kepada Sputnik, yang dilansir Sabtu (30/1/2016). Ward mencatat bahwa AS dan masyarakat internasional akan bertindak cepat dalam memperketat sanksi terhadap Korut.

Uji coba peluncuran rudal jarak jauh Korut itu, kata Ward, bisa memaksa China untuk bereaksi terhadap rezim Pyongyang. Kelompok Penasihat Perdagangan dan Pertahanan AS didirikan oleh Kongres AS yang anggotanya terdiri dari ahli di sektor swasta yang ditunjuk oleh Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik-Militer. Kelompok ini rutin memberikan saran kepada Departemen Luar Negeri AS pada isu-isu perdagangan yang berhubungan dengan pertahanan internasional.

AS juga berniat menyebarkan sistem rudal pertahanan di Korea Selatan (Korsel). Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, sistem rudal AS yang akan disebar bertujuan untuk meningkatkan keamanan Seoul dari ancaman yang kemungkinan muncul dari Korut.

”Pemerintah kami akan mempertimbangkan setiap langkah untuk mempersiapkan diri melawan ancaman rudal Korut. Jika pasukan AS dan Korsel menyebarkan THAAD (sistem rudal pertahanan), itu akan membantu keamanan nasional dan pertahanan kita," kata Kim Min-seok, sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap, kemarin.

Rencana penyebaran rudal AS itu, kata Min-seok, sedang dibahas Korsel bersama pemerintah AS.

Sumber: sindonews.com
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment