Video: Kesaksian Muslimah Suriah Dalam Penjara Syiah Assad Suriah

Berita Suriah Terkini 2016Kondisi Terbaru Suriah 2016: “Mereka menanggalkan baju saya dan melakukan hal terburuk yang mereka bisa lakukan ‘, Shandana nama alias, takut mengungkapkan identitasnya, saat ia menceritakan tentang kisah penahanannya, penyiksaan dan pemerkosaan oleh pasukan rezim Suriah.

Kesaksian Tahanan Wanita Dalam Penjara Rezim Assad

Dia adalah salah satu dari tujuh wanita, semua memiliki kisah serupa, yang diwawancarai TRT World di sebuah lokasi yang dirahasiakan dekat perbatasan Turki Suriah.

Mengenakan kacamata hitam besar, yang menutupi sebagian besar wajahnya, Shandana menceritakan perjalanannya dari pinggiran kota Damaskus ke ruang penyiksaan Bashar al Assad.

“Pada awal revolusi, saya membantu pekerjaan sukarelawan dengan aktivis oposisi. Rezim menganggap ini sebagai kegiatan teroris. ”

Cerita Shandana mirip dengan kisah Mariam Khilif, salah satu wanita Suriah lain – satu-satunya yang setuju untuk mengungkapkan identitasnya.

Mariam adalah seorang perawat di Hama ketika sebuah unit intelijen militer menahannya. “Mereka menutup mata saya dan menggantung tangan saya selama tiga hari, kemudian menarik gigi saya dengan menggunakan tang dan kemudian mereka melakukan hal yang tidak mungkin saya bayangkan bisa dilakukan oleh manusia.”

Saat ia menceritakan kisahnya, Mariam berhenti beberapa kali, menangis, karena ia teringat saat terkelam dalam hidupnya pada tahun 2013.

“Mereka adalah wanita yang telah kehilangan segalanya,” kata Ali Zeer, pengacara Suriah yang sekarang tinggal di Turki. Zeer telah mendokumentasikan delapan puluh lima kasus wanita yang mengatakan mereka diperkosa dan disiksa oleh pasukan rezim.

“Mereka akan membuat wanita menonton adegan perkosaan hal ini terjadi kepada laki-laki dan perempuan. Hal tersebut akan berefek sangat mengerikan “, kata Zeer. Dia mengatakan bahwa wanita lebih mudah mengakui kejahatan yang tidak mereka lakukan dan juga akan menbuat laporan yang melibatkan anggota keluarga mereka dalam aktifitas anti-rezim.

“Jeritan adalah hal yang terburuk”, kata seorang wanita dengan sebuah syal putih bermotif bendera Suriah. Dia menceritakan tentang perempuan yang dipermalukan di depannya. “Mereka akan mengikat perempuan di tempat tidur dan kemudian seorang pria bernama Azrael akan berkeliling dengan tongkat berujung tajam. Ada darah di mana-mana “, kata wanita dalam syal putih.

“Mereka akan mengatakan apa saja, mengakui kejahatan untuk menghindari nasib yang sama” kata pengacara Zeer. Tapi pengakuan adalah awal, bukan akhir dari perjuangan korban penyiksaan.

Setelah korban dibebaskan mereka sering ditinggalkan oleh keluarga mereka. Dalam banyak kasus suami akan menceraikan korban karena khawatir mempermalukan keluarga.

“Ini akan terjadi bahkan jika perempuan tidak diperkosa”, kata Zeer.

Dia mengatakan dalam beberapa kasus wanita korban penahanan bahkan bunuh diri. “Mereka akan hidup dengan trauma berat selama sisa hidup mereka”, katanya.

“Kami kehilangan segalanya. Kami kehilangan keluarga kita dan anak-anak kita “, kata Shandana dengan air mata menetes di bawah kacamata besar nya.



Sumber: middleeastupdate.net
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment