Inggris: Serangan Rusia Menargetkan Oposisi dan Memperkuat ISIS

Rusia Menggempur Oposisi dan Memperkuat ISIS

Berita Suriah Terkini 2016Kondisi Terbaru Suriah 2016: Pemerintah Inggris menuduh Rusia menolong ISIS dan memungkinkan pesawat jet tempurnya menggempur oposisi Presiden Suriah, Bashar Al-Assad. Tuduhan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, Selasa (2/2/2016).

Rusia dicurigai menghendaki agar Presiden Assad tetap berkuasa di Suriah, mengingat Kremlin merupakan sekutu Damaskus. Sedangkan oposisi Suriah yang ingin mengggulingkan Assad didukung negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat (AS).

”Ini adalah sumber kesedihan konstan untuk saya, bahwa segala sesuatu yang kita lakukan sedang dirusak oleh Rusia,” ucap Menlu Hammond di kamp pengungsi Zaatari, Yordania, seperti dikutip IB Times.

“Rusia mengatakan mari kita bicara, dan kemudian mereka berbicara, mereka berbicara dan mereka terus berbicara. Masalah dengan Rusia adalah ketika mereka berbicara, mereka mengebom, dan mereka mendukung Assad,” kesal Hammond.

Moskow sendiri pernah mengatakan bahwa serangan militer Rusia di Suriah tidak hanya secara khusus ditargetkan terhadap ISIS, tapi juga kelompok militan lain di Suriah. Rusia mengklaim bahwa pesawat jet tempur telah melakukan 468 serangan udara dan menghantam lebih dari 1.300 target atau sasaran teroris di Suriah.

Namun, Rusia selama disalahkan AS dan Inggris karena serangan pesawat-pesawat jet tempur Kremlin dituding menyebabkan banyak kematian warga sipil di Suriah.

”Rusia mengatakan mereka ingin menghancurkan Daesh (ISIS), tetapi mereka tidak mengebom Daesh, mereka mengebom oposisi moderat,” ujar Hammond. ”Kurang dari 30 persen dari serangan Rusia yang menyasar Daesh, intervensi mereka telah memperkuat Daesh di darat.”

Pemerintah Rusia belum merespons tuduhan Menlu Inggris itu. Moskow selama ini rajin melansir bukti video serangan militernya yang diklaim ditargetkan basis-basis ISIS dan kelompok teror lain di Suriah. Pemerintah Suriah sendiri memuji aksi militer Rusia yang dianggap jauh lebih efektif ketimbang serangan militer AS dan koalisinya.

Sumber: sindonews.com
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment