Korut Kirim Lebih 2000 Tentara Elit Pembantai Warga Sipil Suriah

Korut Kirim Lebih 2000 Tentara Elit Pembantai Warga Sipil Suriah

Perang Suriah - Jenewa – Kepala delegasi oposisi Suriah di Jenewa, Asad al-Zoubi mengatakan bahwa ada dua batalyon tentara Korea Utara (Korut) yang kini bertempur bersama pasukan rezim Assad.

Dalam sebuah sesi wawancara dengan Anadolu Agency, al-Zoubi mengatakan bahwa batalyon “Chalma 1 dan Chalma 7” dari Korea Utara kini telah bertempur di pihak rezim dan membantu Bashar al-Assad.

“Mereka telah bertempur bersama rezim di Jobar. Ketika kami menanyakan kepada rezim, ternyata meraka adalah orang Korea yang datang untuk mendukung rezim Assad,” katanya.

“Kami tahu ada ribuan ahli militer Korea Utara yang bekerja sama dengan rezim di bidang pertahanan rudal dan komunikasi. Sekarang ada satu batalyon lagi di Jabal Qassioun, dan mereka telah ada selama lebih dari 10 tahun,” tambahnya.

Menurutnya, koordinasi antara rezim Assad dan Korea Utara sendiri bukanlah suatu hal yang baru. Karena, selama ini rezim Assad juga telah memanggil pasukan khusus Korea Utara dan sejumlah pasukan infanteri.

“Koordinasi antara Assad dan Korea Utara, khususnya di bidang militer bukanlah hal yang baru. Hal ini telah berkembang selama revolusi Suriah, yang mana rezim telah memanggil pasukan terlatih dan elemen khusus dari infanteri Korea Utara,” bebernya.

Selain itu, pasukan Korea Utara yang dikirim ke Suriah setidaknya ada sekitar 2.000 atau 3.000 pasukan yang terlatih untuk memerangi warga Suriah.

“Mereka sangat terlatih dan dikenal sebagai pembunuh atau teroris. Baru-baru ini, kami menemukan bahwa jumlah mereka lebih dari 300. Saya mengonfirmasikan bahwa jumlah mereka lebih dari 2.000 atau 3.000 dan mereka mengkhususkan diri untuk membunuhi warga sipil,” tegasnya.

Beberapa saat sebelumnya, dua unit pasukan militer Korea Utara dilaporkan telah berada di Suriah. Meski belum ada pernyataan resmi dari Korut terkait hal ini, namun oposisi Suriah membenarkan keberadaan mereka.

Burhan Ghalioun, mantan pemimpin kelompok oposisi menambahkan bahwa pada 2013 silam, pilot dari Korea Utara tampak di antara di Angkatan Udara rezim Suriah.

Ditambah lagi, pada awal 2014, Majalah Militer Inggris “Jane Defence Weekly” juga telah membuktikan keterlibatan Korut di Suriah. Dilaporkan bahwa Korea Utara telah membantu meningkatkan kemampuan rudal rezim Assad.

Situs berita Rusia Sputnik mengutip perkataan Zoubi saat berlangsungnya dialog perundingan di Jenewa. Selain itu dukungan militer masih mengalir kepada Rezim dari Iran dan Afghanistan.

Sumber: Kiblat.net
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment