Latihan Perang Terbesar Koalisi Islam Telah Berakhir

Latihan Perang Terbesar Koalisi Islam Telah Berakhir

Perang Timur Tengah - Pesawat-pesawat tempur menderu di udara, tank bergemuruh melintasi padang pasir dan asap memenuhi langit pada hari Kamis (10/03/2016) yang merupakan hari terakhir latihan militer terbesar Saudi Arabia yang pernah dilakukan di kawasan itu, Aljazeera melaporkan, Kamis.

Latihan perang "Northern Thunder" 12-hari di timur laut kerajaan diikuti 20 negara dari Timur Tengah, Afrika dan Asia, kata para pejabat Saudi.

Raja Arab Saudi Salman bergabung dengan beberapa pemimpin asing di hari terakhir latihan, saat Riyadh berjuang untuk menegaskan kepemimpinannya di wilayah tersebut.

Di antara mereka adalah Presiden Sudan Omar al-Bashir, Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi, Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dan Presiden Mesir hasil kudeta militer berdarah Abdel Fattah al-Sisi,

Saat pejabat menyaksikan dari sebuah paviliun, Apache tempur menembakkan roket dengan ledakan dahsyat. Asap membubung dari target di darat dan komando rappelling dari helikopter.

Jet tempur melesat melalui asap oranye di langit, peluru artileri berdesing di udara dan tembakan senapan mesin berat menggelegar dari seluruh situs latihan, yang membentang sepanjang puluhan kilometer (mil).

Latihan berlangsung di dekat kota Hafr al-Batin, dekat dengan perbatasan Kuwait dan Irak.

Kepala Staf Arab Saudi, Jenderal Abdulrahman al-Bunyan, memerintahkan pelaksanaan latihan dan menyebutnya "pertemuan militer Arab dan Islam terbesar" di wilayah tersebut.

Riyadh telah mengadopsi kebijakan luar negeri yang lebih tegas sejak Salman mengambil tahta awal tahun lalu setelah kematian saudara tirinya Raja Abdullah.

"Northern Thunder" juga terjadi setelah ketegangan meningkat antara Arab Saudi dan saingannya Republik Syiah Iran, yang mendukung Syiah Nushairiyah Assad di Suriah dan Syiah Houthi di Yaman.

Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran awal tahun ini setelah massa mengobrak-abrik misi diplomatik Arab di Iran menyusul eksekusi seorang ulama Syiah terkemuka di Saudi.

Brigjen Saudi Ahmed Assiri mengatakan manuver mereka berbeda dari koalisi 35 negara untuk melawan "terorisme" yang diumumkan Arab Saudi pada bulan Desember.

Para pejabat mengatakan koalisi baru akan berkumpul di kerajaan bulan ini untuk pertemuan pertama.

Pihak berwenang tidak merilis jumlah tentara yang mengambil bagian dari masing-masing negara di Northern Thunder.

Seorang wartawan AFP melihat pasukan Pakistan, Mesir, Kuwait dan Sudan bersama Saudi.

Sebuah sumber militer asing mengatakan kepada AFP ia tidak berpikir bahwa Northern Thunder diarahkan pada Suriah "atau apa pun" tapi sebagai kesempatan untuk berlatih bekerja sama.

Sumber itu mengatakan pasukan Saudi "mengasah keterampilan dan pengoperasian mereka dengan bangsa-bangsa lain."

Akun resmi Twitter Northern Thunder mengatakan latihan tersebut bertujuan untuk "menghadapi semua skenario ancaman di wilayah tersebut".

Menurut International Institute of Strategic Studies, Arab Saudi memiliki militer dengan perlengkapan terbaik di antara negara-negara Teluk lain, dengan pasukan 75.000 tentara dan 313 pesawat tempur.

Sumber: Jurnalislam.com
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment