Nasrallah: Pertempuran Hizbullat Murni Sektarian (Syiah VS Islam)

Pertempuran Hizbullat Murni Sektarian

Perang Timur Tengah - Beirut – Pemimpin Organisasi Syiah Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah, mengklaim bahwa keterlibatan milisinya dalam pertempuran di Iraq dan Suriah adalah “kewajiban agama”. Pernyataan ini dikeluarkan dalam upacara pemakaman salah satu komandan Hizbullah, yang tewas di Suriah pekan lalu, pada Ahad (06/03).

Dalam pidatonya, Nasrallah mengklaim keterlibatannya dalam pertempuran di Iraq bukan untuk mencampuri urusan negara tersebut. Akan tetapi, keterlibatan ini atas dasar kewajiban, moral dan hukum.

“Saat ini, pasukan kami masih berada di Iraq,” ujarnya.

Dia juga mengaku bahwa keterlibatannya di Suriah bukan atas perintah Iran. Tidak ada pihak luar yang memerintahkan kami untuk bertempur di Suriah.

“Kami tidak menerima perintah pertempur di Suriah dari Suriah maupun Iran. Namun ini adalah pendapat, keimanan, pemahaman dan pandangan kami,” kata peneliti yang aktif di kora Ar-Riyadh ini.

Mengomentari pernyataan ini, peneliti Hubungan Internasional Dr Hamdan Asy-Syahri melihat bahwa Nasrallah tengah mencoba membuyarkan pemahaman publik ketika berbicara legitimiasi intervensi ke Iraq, meskipun dibawah payung AS. Sudah jamak diketahui, AS memberikan Iraq kepada Iran.

“Seluruh intervensi Hizbullah terhadap negara-negara Arab atas dasar sektarian dan perintah Iran,” ujarnya.

Perlu dicatat, pernyataan Hasan Nasrallah ini dikeluarkan setelah Dewan Kerjasama Negara Teluk memasukkan organisasi Syiah tersebut ke daftar organisasi teroris. Hal itu membuat Syiah Hizbullah kepanasan dan menyerang negara-negara teluk dengan kecaman.

Sumber: kiblat.net
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment