Iran Biang Kerok Isu Sektarian Timur Tengah

Iran Biang Kerok Isu Sektarian Timur Tengah

Perang Timur Tengah - Menteri Luar Negeri Saudi, Adel Al-Jubeir, mengatakan bahwa intervensi Iran telah memicu kekacauan dan perpecahan di negara sekutu sesama Syiah Irak. Oleh karenanya, Al-Jubeir meminta Iran untuk berhenti campur tangan.

“Hasutan dan perpecahan di Irak adalah hasil dari kebijakan sektarian yang dikembangkan oleh Iran di Irak,” kata Al-Jubeir dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond di Jeddah, pada Ahad (29/5) sebagaimana dikutip Middle East Update dari Arab News.

Dia mengatakan bahwa Iran telah menciptakan kekacauan di Irak dengan mendukung milisi sesama Syiah. “Jika Iran ingin stabilitas di Irak, mereka harus berhenti intervensi dan menarik diri,” tambah Al-Jubeir.

Teheran telah mengirimkan kontingen militer untuk membantu dan mengkoordinir milisi sesama Syiah di Irak dan juga di Suriah untuk mendukung pasukan rezim diktator Syiah Nusyairiyah Bashar Assad dalam melawan kelompok-kelompok pejuang Islam. Republik Syiah Iran berdalih bahwa kontingen militer dikirim ke kedua negara saudara seiman mereka itu atas permintaan pemerintah tuan rumah.

Al-Jubeir mengatakan bahwa kehadiran Iran di Irak, dengan atau tanpa undangan, adalah “tidak dapat diterima.”

“Iran harus menghormati prinsip hubungan bertetangga yang baik, untuk fokus pada situasi internal dan tidak campur tangan dalam urusan negara-negara lain di kawasan, terutama Irak,” kata Jubeir.

Dewan Kerjasama Teluk (GCC) sebelumnya telah mengecam Iran yang mendukung milisi sesama Syiah lainnya di Yaman, yang dikenal sebagai Houthi. Kelompok teroris itu bekerja dengan loyalis mantan Presiden Ali Abdullah Saleh dalam memerangi Pemerintah sah yang diakui, Presiden Abid Rabbu Mansur.

Sumber: antiliberalnews.com
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment