Karena Politik dan Kekuasaan, di Irak Sesama Syiah Bersitegang

di Irak Sesama Syiah Bersitegang

Segregasi politik semakin tajam dalam koalisi Syiah Irak setelah pengikut sekte Syiah Muqtada al-Sadr menyerbu Zona Hijau Baghdad pada hari Sabtu, seorang analis mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin (02/05/2016).

Ketua Kelompok Riset Strategis Irak (Iraqi Group for Strategic Research) yang berbasis di Baghdad, Wathaq al-Hashimi, mengatakan nasib negara bisa terancam karena insiden terbaru tersebut.

"Irak kini menghadapi risiko politik yang mengerikan. Masa yang akan datang akan lebih berbahaya karena kekacauan yang sedang berlangsung," Hashimi memperingatkan, menunjukkan bahwa baik AS dan PBB - bersama dengan kekuatan lain - telah mengutuk pendudukan Sadrists terhadap parlemen Irak.

Irak telah terlibat dalam krisis politik mendalam sejak Maret, ketika loyalis Sadr mulai melakukan protes di ibukota untuk menekan Perdana Menteri Haidar al-Abadi agar menunjuk pemerintahan teknokrat yang ternoda oleh korupsi atau afiliasi sektarian.

Bulan lalu, para pendukung ulama Syiah ini mengelilingi beberapa kementerian di Baghdad untuk menekan tuntutan mereka.

Gerakan Sadr menarik reaksi dari Koalisi Hukum Negara - terkait dengan mantan perdana menteri Nouri al-Maliki - Dewan Tertinggi Islam Syiah dan Gerakan Badr, yang merupakan bagian dari koalisi terbesar di parlemen Irak.

"Koalisi Nasional Syiah telah dibubarkan setelah mencapai kebuntuan dengan al-Sadr," kata Hashimi.

Beberapa kelompok milisi Syiah juga dikatakan jengkel dengan langkah terbaru gerakan al-Sadr.

Kelompok Saraya al-Khorasani, Irak Hizbullah, Brigade Badr dan Asaib Ahl al-Haq yang menetap di beberapa daerah di Baghdad, mengklaim bahwa badai yang disebabkan oleh gerakan Sadr itu akan membahayakan keamanan di ibukota.

Setelah penyerbuan parlemen, kelompok Saraya al-Khorasani merilis sebuah video yang menunjukkan milisi berkeliling sepanjang jalan-jalan Baghdad dengan senjata.

Milisi ini bisa berhadapan dengan kelompok yang terkait Sadr, Saraya as-Salam [Peace Brigades] anti-Iran - yang dapat memicu bentrokan internal negeri Syiah.

"Irak sedang menghadapi disintegrasi politik yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Hashimi.

Zona Hijau Baghdad yang dijaga ketat adalah lokasi sejumlah lembaga pemerintah penting - termasuk parlemen - dan misi diplomatik asing.

Tentara Irak menanggapi eskalasi dengan menyatakan keadaan siaga tinggi di ibukota.

Sumber: jurnalislam.com
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment