Kumpulan Ayat Al-Quran Tegaskan HARAM Memilih Pemimpin Non Muslim, SIKSA dan NERAKA Ganjarannya

Dalil Tegaskan HARAM Memilih Pemimpin Non Muslim

Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia adalah cermin dari kemajuan kota-kota disekitarnya dan bahkan seluruh Indonesia. Maka wajar, sejak digulirkannya berita menuju DKI1 banyak media-media cetak, televisi dan online meliputi perkembangan politik kota tersebut, tidak terkecuali yang dilakukan oleh beritayaman.blogspot.com.

Persoalan di Jakarta cukup rumit, dimulai dengan masalah banjir, kemacetan, kepadatan penduduk, kemiskinan, bercampur menjadi satu ditambah dengan adanya sosok pemimpin non muslim di tengah masyarakatnya yang di dominasi beragama muslim. Ditambah lagi sosok tersebut bukanlah penduduk asli Betawi (Jakarta) melainkan dari luar sehingga memicu warga asli Jakarta tidak senang dengan kepemimpinannya ini dimana segala kebijakannya merugikan masyarakat kecil dan miskin khususnya lagi umat muslim yang notabene agama mayoritas di Jakarta.

Walau bukan penduduk asli dan tidak menetap di Jakarta namun sebagai sesama muslim timbul dorongan untuk membantu melalui media blog ini untuk menyajikan informasi penting betapa HARAMNYA MEMILIH PEMIMPIN KAFIR!!, Perlu anda ingat, tidak ada RAS disini, kami menyampaikan apa yang tertuang dan tertulis dalam Al Quran, tidak ingin menambah ataupun mengurangi.

Maka wahai kaum muslimin renungilah ayat-ayat suci dibawah ini dan inilah ALASAN HARAM MEMILIH YAHUDI/NASRANI MENJADI PEMIMPIN DARI PANDANGAN AL QURAN.

Mari renungkan kalam Allah ini:

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu). (Qs. Ali Imron 28)

(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (Qs. An Nisa 139)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? (QS. An Nisa 144)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al Maidah 51)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al Mumtahah 1)

Kabarkanlah kepada orang-orang munafiq bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (QS. An-Nisaa’ 138-139).

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasiq. (QS. Al Maidah 80-81).

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Mujaadilah 14-15)

"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS. 9. At-Taubah : 23)

Mari muslimah pilih pemimpin muslim karena Allah semata.
Ratusan juta umat muslim in syaa Allah ada banyak yg jujur, amanah, bijaksana tanpa rekayasa media..

(sumber: fb shilvia nanda putri)

Sumber: eramuslim.com
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment