Pemimpin Al Qaeda Memberi Restu Jabhah Nushrah Memisahkan Diri

 Al Qaeda Memberi Restu Jabhah Nushrah Memisahkan Diri

Perang Suriah 2016 - Pemimpin al-Qaeda, Ayman az-Zawahiri merilis rekaman audio pada Sabtu (7/5/2016) yang mengisyaratkan bahwa organisasinya tidak keberatan jika harus berpisah dengan Jabhah Nushrah (JN), sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

Dalam pernyataan audio yang diunggah secara online, Dr. az-Zawahiri mengatakan banyak orang membahas isu tentang JN dan al-Qaeda.

Menurutnya, jika umat telah menentukan kepemimpinannya, maka afiliasi organisasi bukanlah sekat atas sesuatu yang disebut “harapan besar untuk negara Islam”.

JN, salah satu kelompok bersenjata utama di Suriah, dikeluarkan dari perundingan politik dan gencatan senjata karena berafiliasi dengan al-Qaeda dan dimasukkan “daftar teroris” PBB.

Menurut koresponden Al-Jazeera Zeina Khodr di Gaziantep, Turki, pesan az-Zawahiri dapat ditafsirkan sebagai “perpecahan” antara al-Qaeda dan Jabhah Nushrah.

“Ini ditafsirkan sebagai restu dari pimpinan al-Qaeda pusat pada afiliasinya di Suriah, untuk memisahkan diri dari induknya”, katanya.

Selama beberapa bulan terakhir, muncul berbagai laporan yang menunjukkan JN sedang berusaha “membangun citra” kepada rakyat Suriah maupun kekuatan asing, bahwa mereka murni Suriah tanpa terkait al-Qaeda, serta lebih moderat.

Tetapi, pemimpin JN dilaporkan masih belum yakin untuk pemutusan hubungan dengan organisasi al-Qaeda.

“Ada ketidaksepakatan dalam kepemimpinan JN tentang apa yang harus dilakukan. Mungkin itu bisa berubah sekarang setelah az-Zawahiri benar-benar memberikan restunya”, ujar Khodr.

JN telah beroperasi di Suriah melawan rezim Assad sejak tahun 2012 dan dapat bekerjasama dengan semua kelompok utama oposisi lainnya. Kelompok ini mengalami konflik hebat dengan ISIS pada awal 2014.

An-Nushrah atau penolong, adalah salah satu kekuatan utama dalam revolusi melawan rezim dan sangat diakui kemampuan tempur serta militansinya. Tapi, di sisi lain, banyak kekuatan opossi Suriah telah lama khawatir karena JN berafiliasi dengan al-Qaeda.

Sementara FSA, yang melakukan proses politik dengan Barat, harus “menahan diri”, JN (yang tidak masuk gencatan senjata) bisa meraih keuntungan melawan rezim.

Pada hari Jum’at (6/5), koalisi Jaisyul Fath merebut kota strategis Khan Touman di provinsi Aleppo, kemenangan yang berpotensi membuka jalur suplai baru bagi wilayah-wilayah yang dikuasai oposisi.

Menurut Khodr, pesan az-Zawahiri datang pada “waktu yang menarik”. Dimana Jabhah Nushrah diandalkan untuk memukul pasukan Assad tanpa merusak perjanjian lain, seperti gencatan senjata.

“Mereka yang mendukung oposisi memandang JN sebagai satu-satunya kekuatan yang tetap bisa diandalkan untuk menghadapi rezim pada saat ini (masa gencatan senjata-red)”, jelasnya.

“Pertanyaannya sekarang adalah apa yang akan dilakukan masyarakat internasional jika JN memutuskan untuk memisahkan diri dari al-Qaeda? Akankah mereka menganggap JN sebagai kekuatan oposisi Suriah yang sah (bukan lagi teroris-red)?”, lanjut Khodr.

Sejak JN dimasukkan sebagai organisasi teroris oleh PBB, kelompok ini tidak pernah dilibatkan dalam upaya resmi apapun atau memberi pengakuan pada mereka.

Meski demikian, JN terus bersekutu dengan berbagai kelompok pejuang Suriah lainnya, yang tidak berada pada daftar teroris internasional, dalam rangka mendapatkan legitimasi.

“Tentu saja banyak oposisi Suriah yang akan berkata jika terjadi pemisahan diri JN dari al-Qaeda, berarti tak ada lagi alasan bagi Rusia dan rezim Suriah untuk menyerang oposisi moderat”, jelas Khodr.

Pihak oposisi mengeluhkan Rusia dan rezim Assad yang menggunakan alasan kehadiran JN untuk menyerang wilayah yang dikuasai oposisi resmi dan membunuhi warga sipil, termasuk di kota Aleppo, lokasi serangan udara dan pertempuran darat yang membunuh ratusan warga sipil selama 2 minggu.

Beberapa upaya untuk “menceraikan” Jabhah Nushrah dengan al-Qaeda sebenarnya sudah berhembus sejak tahun 2014.

Bahkan negara-negara Teluk, seperti Qatar, dikabarkan siap memberikan bantuan besar-besaran pada JN, dengan syarat mereka lebih dulu berpisah dari al-Qaeda atau hilangnya status “teroris” internasional. Namun pemimpin JN, al-Jaulani menolak hal tersebut.

Sumber: antiliberalnews.com

Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment