Banyak Warganya Terlibat di Konflik Suriah, Oposisi Suriah Beri Peringatan Keras kepada Presiden Afghanistan

Oposisi Suriah Beri Peringatan Keras kepada Presiden Afghanistan

Perang Suriah 2016 - Kabul – Mobilisasi pasukan yang dilakukan oleh Iran dengan merekrut banyak milisi bayaran dari Afghanistan membuat Aliansi Oposisi Suriah melayangkan protes kepada pemerintah Afghanistan. Tak hanya melalui surat, protes tersebut juga dilakukan melalui telepon langsung.

Para pejabat Afghanistan hari Ahad (26/06) mengukuhkan telah menerima surat berisi kekhawatiran dari orang-orang Suriah. Seorang pejabat pemerintah mengatakan, surat itu bertujuan mendesak Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengambil langkah-langkah mendesak untuk menghentikan eksploitasi bermotif agama terhadap orang-orang Afghanistan, dan mencegah mereka terlibat konflik di Suriah.

Juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan, Ahmad Shakeb Mustaghani mengatakan,  tidak hanya melalui surat ini, tetapi melalui laporan lain sebelumnya, pemerintah menyadari sepenuhnya kegiatan warga Afghanistan di Suriah. Ia menambahkan, Afghanistan sedang mempelajari isu itu melalui kantor Badan pengungsi PBB dan saluran diplomatik lain.

“Sayangnya, melalui organisasi non-pemerintah dan kadang-kadang melalui jalur resmi di negara-negara tempat mengungsi warga Afghanistan. Para pengungsi dipaksa terlibat dalam kegiatan melawan norma-norma internasional dan juga di luar kendali pemerintah Afghanistan,” katanya sebagaimana dikutip dari VOAnews, Ahad, (26/06/2016).

Banyak bukti menunjukkan, Iran merekrut warga Afghanistan yang hidup sebagai pengungsi di Iran. Sementara jumlah resmi pengungsi Afghanistan di Iran sebanyak sejuta orang. Banyak keluarga pengungsi itu melarikan diri dari penganiayaan dan konflik bersenjata di Afghanistan.

“Pengawal Revolusi Iran diyakini berada di balik mobilisasi milisi multi-nasional Muslim Syiah bersenjata guna mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad,” pungkasnya,”

Perekrutan dilaporkan umumnya dari komunitas etnis miskin Hazara Syiah yang dijanjikan gaji bulanan dan izin menetap. Pemerintah Iran merekrut mereka dengan alasan untuk bertugas melindungi tempat suci Syiah di Damaskus dari ISIS atau Daesh.

Organisasi-Organisasi HAM mengatakan, terdapat juga kasus deportasi paksa bagi warga Afghanistan yang menolak tawaran bergabung milisi untuk berperang di Suriah itu. Banyak dari orang yang direkrut, menurut mereka, melarikan diri dari medan perang dan bergabung dengan pengungsi yang mencari suaka di Eropa.

Human Rights Watch memperkirakan sampai 10 ribu orang Afghanistan telah direkrut dan dilatih perang di Suriah. Dikatakan, pemakaman bagi warga Afghanistan yang tewas dalam pertempuran sering diadakan di Iran, terkadang dihadiri pejabat Iran.

Sumber: kiblat.net
Share on Google Plus

About Kerja Admin

Beritayaman.blogspot.com adalah Media Online penyaji berita terbaru dan terkini Dunia Timur Tengah. Selamat Menikmati Sajian Info Kami.
    Blogger Comment
    Facebook Comment